puisi Fatamorgana
Ilusi jiwa getarkan sebuah rasa
Langkah-langkah kaki ceritakan sebuah logika
Asa yang dulu kau kirim bersama angin malam
Telah menembus dalam kisi-kisi hatiku
Elusannya adalah sejuta makna
Yang memberi warna di setiap jengkal kehidupanku
Ombak di laut tak lagi tebarkan buah nestapa
Ufuk jingga tak lagi memberi warna duka
Fatamorgana tak lagi bermakna kamoflase
Onak dan duri tak lagi terasa nyeri
Rasa, asa dan cinta telah menyatu dalam jiwaku
Embun kehidupan kembali membasahi vas bunga rindu
yang tersemat di dadaku
Entahlah…
Kapan dapat kugapai cinta dan kebahagiaan abadi
Januh rasanya harus terbelenggu oleh keraguan yang selalu timpakan jiwaku
Keraguan yang akan menjadi teman dalam setiap sepiku
Asaku letih harus menanti dalam kehampaan cintamu
Kahampaan yang tak terarah tujuanya
Harapanku kalut dalam membaca makna setiap kata-kata manismu
Kata-kata yang aku tak dapat fahami kejelasannya apa
Belahan hatiku, sungguhkah cintamu hanya untuk aku ??. Tolong beri aku kejelasan, jangan biarkan aku tersiksa sendiri dalam memikirkan masa depan hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar